Mohon Maaf Atas Ketidak Nyamanan Anda Dalam Mengakses Sebagian Link, Karena Masih Dalam Perbaikan
Home » » SUASANA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS

SUASANA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS

Written By andalas journal of history on Rabu, 08 Februari 2012 | 04.58

            Perpustakaan merupakan bagian yang terpenting dalam sebuah instansi pendidikan, tak terkecuali bagi Universitas Andalas, Padang. Perpustakaan merupakan jantung bagi sebuah lembaga pendidikan. Perpustakaan Universitas Andalas dalam minggu-minggu awal perkuliahan semester genap 2011/2012  cukup ramai di kunjungi oleh para mahasiswa. Kepadatan pengunjung perpustakaan sudah terlihat dari lantai dasar perpustakaan. Di sana terlihat sejumlah mahasiswa tampak sibuk dengan laptop masing-masing karena di sanalah mereka bisa mendapatkan akses internet.
            Menginjak lantai 2 perpustakaan Universitas Andalas, di sana juga terlihat antrian sejumlah mahasiswa yang sedang mengembalikan buku pinjaman mereka. Beranjak beberapa langkah dari tempat tersebut, antrian juga terlihat di tempat peminjaman buku. Mereka sedang antri untuk meregistrasi buku yang mereka pinjam. Ramainya perpustakaan dalam minggu awal perkulihan juga di akui oleh sejumlah mahasiswa. Mereka mengaku mengunjungi perpustakan untuk mencari buku penunjang dalam penyelesaian tugas mereka.
            “minggu awal perkuliahan ini kami memang sudah banyak mendapatkan tugas, maka dari itu saya datang ke perpustakaan ini untuk mencari buku yang saya perlukan” ujar seorang mahasiswi teknologi pertanian Ika Rahmatika. Di akui Ika, buku di perpustakaan ini memang cukup lengkap namun terkadang Ika kesulitan menemukan buku yang di carinya karena letaknya yang tidak beraturan.
            Buku-buku di perpustakaan tersebut memang sudah di letakkan berdasarkan ketegori pelajarannya, namun di sejumlah rak-rak masih di temukan buku-buku yang di letakkan tidak pada rak buku tersebut. Seperti buku sesusastraan yang di temukan di rak buku ilmu sosial. Hal inilah yang menyebabkan sejumlah mahasiswa kesulitan menemukan buku yang mereka cari.
 
Fitrianis, mahasiswi jurusan ilmu politik mengakui masih kesulitan dalam mencari buku yang di perlukannya. Karena masih terbatasnya jumlah buku untuk jurusan tertentu, “buku di perpustakaan ini belum begitu lengkap, saya masih sulit untuk mencari buku yang sesuai dengan materi perkuliahan saya” ujar Fitrianis. 
Dengan ramainya pengunjung di perpustakaan tersebut, di harapkan memicu minat para mahasiswa dalam perkuliahan dan juga pihak perpustakaan melengkapi koleksi buku yang di miliki, sehingga para mahasiswa tidak begitu kerepotan dalam mencari buku di kampus sendiri.(melisa)
Share this article :

Posting Komentar